Keutamaan Penghafal Al Quran Berdasarkan Dalil

Keutamaan Penghafal Al Quran Berdasarkan Dalil

Banyak orang melihat semakin banyaknya pondok tahfidz bermunculan di berbagai daerah. Fenomena ini sering menimbulkan pertanyaan. Mengapa begitu banyak lembaga yang memberi perhatian besar pada hafalan? Apakah memang ada keutamaan penghafal al quran yang membuat seseorang terdorong menempuh perjalanan panjang ini? Pertanyaan semacam itu wajar, sebab hafalan bukan sekadar proses mengingat ayat, tetapi juga perjalanan ruhani yang membawa pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.

Dalil Keutamaan Para Penghafal Al Quran

Keutamaan para penghafal Al Quran bukanlah sesuatu yang muncul dari budaya semata, melainkan memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Al Quran sendiri menegaskan kemudahan sekaligus kemuliaan orang yang mempelajarinya. Allah berfirman dalam Surah Al Qamar ayat 17:

“Dan sungguh telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Ayat ini menjadi penguat bahwa proses menghafal bukanlah beban berat yang mustahil dijalani, melainkan jalan kebaikan yang dibukakan oleh Allah.

Rasulullah juga memberikan gambaran agung mengenai kedudukan ahli Al Quran. Dalam hadis riwayat Abu Daud, disebutkan:

“Akan dikatakan kepada ahli Al Quran: bacalah, naiklah, dan tartilkanlah sebagaimana engkau mentartilkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu berada pada ayat terakhir yang engkau baca.”

Hadis ini memberikan isyarat bahwa kedudukan seorang penghafal di akhirat ditentukan oleh sejauh mana ia menjaga hafalannya di dunia.

Ada pula hadis riwayat Bukhari-Muslim yang menegaskan status mulia orang yang mempelajari Al Quran:

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya.”

Walaupun hadis ini tidak khusus membahas hafalan, tetapi para ulama menjadikan hafalan sebagai salah satu bentuk paling utama dalam proses mempelajari dan mengajarkan Al Quran. Karena dalam proses menghafal Al Qur’an, kita akan terus melakukan pengulangan ayat tertentu hingga lancar, sehingga lebih mudah mempelajari artinya.

tasmi' hafalan Al-Qur'an santriwati Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Al Muanawiyah
Tasmi’ hafalan di PPTQ Al Muanawiyah menjadi sarana pengulangan hafalan

Kenapa Jalan Menghafal Al Quran Begitu Dimuliakan?

Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan ini hadir karena penghafal Al Quran membawa firman Allah dalam dada mereka. Hafalan itu menjadikan hati lebih dekat pada petunjuk, lebih mudah tersentuh oleh nasihat, dan lebih terjaga dari perbuatan yang tidak pantas. Selain itu, mereka memikul amanah besar untuk menjaga kemurnian kitab suci.

Para pendidik di pondok tahfiz juga memahami bahwa hafalan melatih banyak karakter baik: kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan kejujuran pada diri sendiri. Hafalan tidak bisa dicapai secara instan. Pada titik ini, jalan tahfiz menjadi proses tazkiyatun nafs yang mendidik seseorang untuk lebih tertib dan sadar terhadap kehidupannya.

Hafalan yang Melahirkan Kemanfaatan

Menghafal bukan hanya tentang menuntaskan tiga puluh juz. Hafalan akan terasa maknanya ketika seseorang mampu menghadirkan ayat dalam ibadah, doa, maupun keputusan hidup sehari-hari. Inilah sebabnya, para guru selalu menekankan bahwa menjaga hafalan sama pentingnya dengan menuntaskan hafalan.

Karena itu, keutamaan penghafal al quran bukan hanya dimaknai sebagai kedudukan tinggi di akhirat, tetapi juga sebagai penjagaan Allah di dunia melalui ketenangan hati dan kelapangan langkah.

Jika kamu ingin memulai perjalanan menghafal dengan bimbingan yang terarah, lingkungan yang menenangkan, dan pendampingan guru yang sabar serta berpengalaman, PPTQ Al Muanawiyah Jombang siap menjadi tempat terbaik untuk tumbuh bersama Al Quran. Di sini, hafalan tidak hanya dikejar jumlahnya, tetapi juga dijaga kualitasnya. Mari bergabung dan rasakan bagaimana setiap ayat yang kamu hafal menjadi penerang langkahmu. Daftarkan diri atau putra-putri kamu sekarang, dan mulailah perjalanan mulia bersama Al Muanawiyah.

8 Tips Menghafal Al Quran Bagi Pemula

8 Tips Menghafal Al Quran Bagi Pemula

Al MuanawiyahMenghafal Al Quran adalah perjalanan spiritual dan intelektual yang membutuhkan kesabaran. Banyak orang ingin memulai, tetapi sering merasa kesulitan karena tidak mengetahui metode belajar yang tepat. Oleh karena itu, menerapkan tips menghafal Al Quran dapat membantu proses hafalan menjadi lebih ringan dan konsisten. Dengan strategi yang sesuai, siapa pun bisa memulai langkah kecil menuju tujuan besar ini.

Tips Menghafal Al Quran

1. Menata Niat dan Menjaga Konsistensi

Sebelum memulai hafalan, langkah pertama yang penting adalah memperbaiki niat. Hafalan harus dilakukan karena ingin mendapatkan ridha Allah, bukan sekadar mengejar prestasi. Setelah itu, menjaga konsistensi adalah kunci utama. Luangkan waktu khusus setiap hari, meski hanya sepuluh sampai lima belas menit. Rutinitas teratur lebih efektif dibanding hafalan panjang yang jarang dilakukan.

2. Memilih Waktu Terbaik untuk Menghafal Al Quran

Salah satu tips menghafal Al Quran yang sering ditekankan para ulama adalah memilih waktu yang tepat. Waktu setelah subuh, ketika pikiran masih jernih, menjadi momen yang sangat baik untuk menghafal ayat baru. Selain itu, malam hari sebelum tidur juga bisa menjadi waktu efektif untuk mengulang hafalan. Suasana yang tenang membantu menguatkan memori.

Baca juga: 6 Kesalahan Umum Saat Menghafal Al Quran Bagi Santri

3. Membaca Berulang dan Memahami Makna

Metode dasar namun sangat efektif adalah membaca ayat secara berulang hingga melekat dalam ingatan. Pengulangan bacaan minimal sepuluh kali membantu pola kata dan irama lebih mudah diingat. Selain itu, memahami arti ayat membuat hafalan lebih bermakna dan kokoh. Tidak perlu mempelajari tafsir panjang; cukup pahami makna umum ayat agar hafalan tidak terasa kosong.

4. Menggunakan Mushaf yang Sama

Salah satu teknik penting dalam tips menghafal Al Quran adalah menjaga visual memori. Gunakan satu mushaf saja agar posisi ayat, paragraf, dan halaman mudah diingat. Banyak penghafal merasakan bahwa mengubah mushaf justru membuat hafalan goyah karena tata letak berubah.

5. Mengulang Hafalan Secara Teratur

Tidak ada hafalan yang kuat tanpa murajaah atau pengulangan. Jadwalkan waktu khusus setiap hari untuk mengulang ayat lama. Misalnya, sebelum menghafal ayat baru, ulangi hafalan kemarin. Pada akhir pekan, ulangi hafalan dalam jumlah lebih besar. Semakin sering murajaah dilakukan, semakin kuat hafalan tersimpan dalam memori jangka panjang.

gambar santri murojaah bersama dalam tips menghafal al quran
Murojaah rutin membantu melekatkan hafalan (foto: dokumentasi Al Muanawiyah)

6. Memperdengarkan Hafalan kepada Guru atau Teman

Menghafal sendirian bisa dilakukan, tetapi memperdengarkan hafalan kepada guru sangat dianjurkan. Selain menjaga ketepatan bacaan, guru dapat memberi koreksi tajwid dan memberikan motivasi tambahan. Jika tidak ada guru, teman atau keluarga dapat membantu mendengarkan hafalan.

Baca juga: Manfaat Tasmi’ Hafalan Bersama Teman Sebaya

7. Mengaitkan Hafalan dengan Aktivitas Harian

Jika ingin hafalan cepat melekat, biasakan membaca ayat hafalan ketika beraktivitas ringan, misalnya saat berjalan, menunggu, atau istirahat sejenak. Cara ini membuat hafalan semakin akrab dan tidak mudah hilang.

8. Menghindari Target yang Terlalu Berat

Beberapa orang gagal karena menargetkan hafalan terlalu banyak dalam waktu singkat. Mulailah dari sedikit. Satu atau dua ayat per hari sudah cukup. Jika dilakukan konsisten, hafalan akan terus bertambah. Yang penting bukan banyaknya ayat, tetapi keberlanjutan prosesnya.

Menjaga hafalan memerlukan ketekunan. Namun, tips menghafal Al Quran di atas dapat membantu memulai perjalanan tahfiz dengan lebih nyaman dan terarah. Selain itu, menghafal adalah ibadah jangka panjang yang memerlukan kesabaran dan doa.

Jika kamu ingin belajar hafalan secara terstruktur dengan bimbingan guru, kamu bisa bergabung bersama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah. Di sana tersedia pembelajaran tahfiz yang terarah dan ramah pemula.

6 Kesalahan Umum Saat Menghafal Al Quran Bagi Santri

6 Kesalahan Umum Saat Menghafal Al Quran Bagi Santri

Menghafal Al Quran adalah ibadah yang membutuhkan ketekunan. Akan tetapi, banyak orang menghadapi berbagai hambatan. Salah satunya muncul dari kebiasaan yang kurang tepat. Karena itu, penting memahami kesalahan umum saat menghafal Al Quran agar proses menjadi lebih ringan dan terarah.

Pentingnya Menghindari Kebiasaan yang Menghambat Hafalan

Secara umum, kualitas hafalan sangat dipengaruhi metode dan konsistensi. Ketika cara yang digunakan kurang tepat, hafalan menjadi mudah hilang atau tidak stabil. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi, disusun secara berurutan agar lebih mudah dipahami.

1. Terlalu Mengejar Kecepatan

Banyak penghafal baru ingin cepat menyelesaikan target. Mereka mengejar jumlah ayat tanpa menguatkan hafalan sebelumnya. Akibatnya, hafalan mudah lemah karena tidak sempat menempel dengan baik. Proses ini membutuhkan waktu, sehingga kecepatan sebaiknya tidak dijadikan patokan utama.

2. Mengabaikan Murajaah

Murajaah adalah pengulangan hafalan. Tanpa murajaah, ayat yang sudah dihafal akan cepat lupa. Banyak orang menambah hafalan terus-menerus tanpa mengulang hafalan lama. Padahal, murajaah adalah fondasi agar hafalan tetap kokoh.

gambar santri tasmi' hafaan Al Quran untuk menghindari kesalahan umum menghafal Al Quran
Tasmi’ hafalan di PPTQ Al Muanawiyah menjadi sarana murajaah santri

3. Tidak Memperbaiki Bacaan

Sebagian orang terburu-buru menghafal tanpa memperhatikan tajwid. Padahal, kesalahan bacaan dapat mengubah makna. Guru biasanya menekankan pentingnya memantapkan bacaan sebelum menambah hafalan baru. Ketepatan bacaan membuat hafalan lebih kuat dan benar.

Baca juga: Pesantren Tahfidz dan Keunggulannya bagi Penghafal Al-Qur’an

4. Tidak Memahami Arti Ayat

Memahami makna ayat membantu otak mengaitkan pesan dalam Al Quran. Pemahaman membuat hafalan terasa lebih hidup dan mudah diingat. Selain itu, memahami kandungan ayat membangun kedekatan batin antara penghafal dan Al Quran.

5. Menghafal di Lingkungan Tidak Kondusif

Gangguan suara, perangkat digital, atau suasana ramai membuat fokus terpecah. Menghafal membutuhkan ketenangan. Karena itu, memilih waktu dan tempat yang tenang membantu hafalan menempel lebih cepat.

Baca juga: Wisuda Tahfidz 2025: Mewujudkan Mimpi Ayah Tercinta

6. Pola Hidup Kurang Sehat

Kurang tidur, jarang berolahraga, dan pola makan tidak seimbang memengaruhi daya ingat. Tubuh yang sehat mendukung konsentrasi lebih baik. Pola hidup seimbang sangat berpengaruh pada stabilitas hafalan jangka panjang.

Kesalahan umum saat menghafal Al Quran dapat dihindari dengan memahami metode yang tepat. Setiap penghafal perlu menjaga murajaah, menjaga ketenangan, serta memastikan bacaan benar. Intinya, hafalan membutuhkan disiplin dan bimbingan yang tepat.

Untuk pendampingan hafalan yang terarah, kamu dapat mengikuti program pembinaan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang agar perjalanan hafalan terasa lebih ringan dan sistematis. Kunjungi website resminya untuk informasi lebih lanjut.

Orasi Ilmiah Al-Qur’an DR. Hazin dalam Wisuda II Al Muanawiyah

Orasi Ilmiah Al-Qur’an DR. Hazin dalam Wisuda II Al Muanawiyah

Pada Wisuda Tahfidz II PPTQ Al Muanawiyah yang digelar Ahad lalu (14/09), suasana haru sekaligus penuh semangat semakin terasa ketika acara ditutup dengan orasi ilmiah Al-Qur’an. Orasi tersebut disampaikan oleh DR. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd., dosen pascasarjana Universitas Negeri Surabaya sekaligus lulusan doktoral tercepat dengan IPK Cum Laude dari kampus yang sama.

Pesan Tentang Nilai Manusia

Dalam orasinya, DR. Hazin membuka dengan perumpamaan sederhana namun penuh makna. Beliau mengangkat uang Rp100.000, lalu berkata:
“Kalau uang 100.000 ini sudah saya lipat-lipat, saya ludahi, saya injak-injak. Apa masih ada yang mau?”

Tentu saja, meskipun kondisi uang tersebut tidak lagi elok, nilainya tetap sama. Dari perumpamaan itu beliau menegaskan bahwa manusia akan dihargai jika memiliki nilai (added value). Meski dalam kondisi apapun, seseorang tetap bernilai ketika ia memberi manfaat. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah ﷺ:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no: 3289)

orasi ilmiah Al-Qur'an DR Mufarrihul Hazin wisuda tahfidz pondok pesantren tahfidz putri Al Muanawiyah Jombang, menjadi orang shalih dan mushlih
DR. Mufarrihul Hazin dalam orasi ilmiah Al-Quran di Wisuda Tahfidz II Al Muanawiyah Jombang (14/09)

Menjadi Shalih atau Mushlih

Lebih lanjut, DR. Hazin mengutip perkataan KH. Sahal Mahfudz: “Menjadi orang shalih itu mudah, cukup diam dan tidak neko-neko. Namun jadilah mushlih, yaitu orang yang mengajak orang lain untuk shalih juga.”
Pesan ini selaras dengan visi dan misi pembangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah, yakni mencetak generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi sesama. Inilah pesan penting yang ditegaskan dalam orasi ilmiah Al-Qur’an yang beliau sampaikan.

Hafalan 30 Juz: Awal Perjalanan Baru

DR. Hazin juga mengingatkan bahwa khatam hafalan 30 juz bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal perjalanan baru. Seperti firman Allah dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!”

Membaca dalam makna luas, tidak hanya teks, tetapi juga tanda-tanda alam (qouliyah dan kauniyah). Para penghafal Al-Qur’an diingatkan untuk melanjutkan perjalanan dengan 4M:

  1. Murojaah (mengulang hafalan),

  2. Mentadabburi (merenungi makna),

  3. Mengamalkan,

  4. Menyebarkan.

Pesan untuk Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Dalam penutupnya, beliau menekankan bahwa keluarga yang memiliki anak penghafal Al-Qur’an patut bersyukur. Perjalanan itu tidak mudah, dan setelah hafalan, perjuangan berikutnya akan lebih berat. Dibutuhkan kerja sama, dukungan, dan kesabaran dari seluruh anggota keluarga.

Orasi ilmiah Al-Qur’an dari DR. Mufarrihul Hazin menjadi pengingat bahwa hafalan Al-Qur’an bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu awal menuju kehidupan Qur’ani. Dengan memaknai, mengamalkan, dan menyebarkan Al-Qur’an, generasi penghafal dapat memberi manfaat yang luas bagi umat.

Semoga kita semua dimudahkan Allah untuk membangun keluarga Qur’ani yang tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menebarkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
Tonton cuplikan lengkapnya melalui Youtube Al Muanawiyah.

Seleksi Wisuda Tahfidz 2025 PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Seleksi Wisuda Tahfidz 2025 PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Pada Kamis, 21 Agustus 2025 Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al Muanawiyah Jombang melaksanakan seleksi wisuda tahfidz bagi para santriwati. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan bacaan Al-Qur’an santri sekaligus penentu santri lolos wisuda tahun ini.

Wisuda Tahfidz ini merupakan agenda rutin untuk memberikan penghargaan kepada santriwati yang telah mencapai target hafalan maupun bacaan Al-Qur’an dengan baik. Tahun ini menjadi pelaksanaan wisuda tahfidz kedua, dengan dua kategori, yaitu Bil Ghoib (hafalan) dan Binnadzor (membaca Al-Qur’an dengan tartil dan sesuai kaidah tajwid). Kedua kategori ini menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya menekankan pada aspek hafalan, tetapi juga kualitas bacaan yang benar. Sehingga santri benar-benar siap menjadi generasi Qur’ani yang seimbang antara hafalan dan tilawah.

Baca juga: Santri Pramuka, Potret Santri Tangguh Berakhlak Mulia

Semarak Seleksi Wisuda Tahfidz 2025

Seleksi ini diadakan dengan tujuan memastikan bahwa santri yang terpilih benar-benar memiliki kualitas bacaan yang baik, tartil, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Selain itu, proses ini juga menumbuhkan semangat belajar Al-Qur’an di kalangan santri lainnya agar terus meningkatkan mutu hafalan dan bacaannya. Suasana seleksi berjalan khidmat sekaligus penuh semangat. Para santri menampilkan bacaan terbaik mereka dengan harapan bisa masuk dalam daftar wisudawati tahun ini.

seleksi wisuda tahfidz 2025 binnadzor. ujian tartil Al-Qur'an, ujian membaca Al-Qur'an santri putri pondok pesantren tahfidz Jombang. Santri putri sedang setoran ke ustadz
Potret seleksi wisuda tahfidz binnadzor di PPTQ Al Muanawiyah Jombang (25/8/2025)

Tercatat ada 30 peserta yang mengikuti seleksi. Setelah melalui penilaian ketat, sebanyak 20 santri dinyatakan lolos untuk melangkah ke tahap wisuda. Hasil ini menjadi bukti kesungguhan para santriwati dalam menjaga dan memperindah bacaan Al-Qur’an mereka.

Seleksi dilakukan dengan sistem maju satu per satu. Setiap peserta diminta membaca satu halaman Al-Qur’an secara tartil di hadapan para penguji. Setelah itu, mereka mendapat lima pertanyaan seputar hukum tajwid untuk menguji pemahaman teori yang mendukung praktik bacaan.Dua penguji yang dipercaya dalam kegiatan ini adalah Ustadz Mustahal dan Ustadz Musthofa. Keduanya memberikan penilaian objektif, mencakup kelancaran bacaan, ketepatan hukum tajwid, serta adab membaca Al-Qur’an.

Semangat Santri dan Harapan Ke Depan

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seleksi formal, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus memperdalam ilmu Al-Qur’an, baik dari sisi hafalan maupun pemahaman tajwidnya. Dengan adanya seleksi wisuda tahfidz ini, PPTQ Al Muanawiyah menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani. Generasi yang tidak hanya menghafal, tetapi juga menjaga kesucian bacaan Al-Qur’an dengan penuh tanggung jawab.

Metode Sambung Ayat dan Tasmi’ Agar Hafalan Mutqin

Metode Sambung Ayat dan Tasmi’ Agar Hafalan Mutqin

Menghafal Al-Qur’an adalah perjalanan yang indah, namun tentu tidak mudah. Santri perlu bimbingan, metode yang tepat, dan lingkungan yang mendukung. Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah, para pengasuh menghadirkan program khusus yang menggabungkan metode sambung ayat dan tasmi’. Gabungan ini terbukti membantu santri lebih fokus, lebih tangguh, dan hafalannya lebih kuat.

Apa Itu Metode Sambung Ayat?

Metode sambung ayat dilakukan dengan cara melanjutkan bacaan yang dihentikan di tengah, seperti metode yang digunakna untuk MHQ. Misalnya, guru atau teman membaca potongan ayat, lalu santri harus segera melanjutkan dengan ayat berikutnya. Cara ini sederhana, tetapi melatih fokus, konsentrasi, dan kesiapan hafalan. Banyak santri yang merasa lebih tertantang dengan metode ini karena mereka tidak hanya menghafal, tapi juga dituntut selalu sigap.

Mengapa Perlu Dikombinasikan dengan Tasmi’?

Di sisi lain, ada metode tasmi’, yaitu santri menyetorkan hafalan secara penuh di hadapan guru. Metode ini telah lama digunakan di banyak pondok pesantren tahfidz unggulan. Di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang, tasmi’ dilakukan dengan beragam tingkatan, yaitu 5 juz, 10 juz, hingga kelipatan 5 seterusnya sampai 30 juz. Program ini ditujukan untuk menguatkan hafalan santri, selain meningkatkan kepercayaan diri santri dalam membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

 Gambar santri putri sedang menyetorkan hafalan ke temannya ilustrasi metode sambung ayat dan tasmi' hafalan
Potret rangkain tasmi’ yang didahului dengan metode sambung ayat santri PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Baca juga: Program Unggulan Tahfidz Mengantarkan Mutqin 30 Juz

Tasmi’ membuat hafalan lebih lancar dan rapi. Namun, jika hanya mengandalkan tasmi’ saja, terkadang hafalan masih mudah lupa. Karena itu, di PPTQ Al Muanawiyah, kedua metode ini digabungkan sehingga saling melengkapi. Tasmi’ membantu melancarkan hafalan, sedangkan sambung ayat menguatkan ingatan dan melatih kecepatan tanggap. Dengan kombinasi ini, santri lebih percaya diri dalam muroja’ah, siap menghadapi ujian hafalan, dan bahkan lebih matang ketika mengikuti lomba MTQ atau STQ. Yang terpenting, hafalan mereka tidak hanya sekadar diucapkan, tapi benar-benar tertanam kuat dalam ingatan.

Program ini adalah salah satu keunggulan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah, sebuah pesantren tahfidz putri yang berkomitmen mendidik generasi Qur’ani. Jika Anda ingin putri Anda mendapatkan bimbingan terbaik dalam menghafal Al-Qur’an dengan metode sambung ayat dan tasmi’, mari bergabung bersama kami.

 

Motivasi Menghafal Al-Qur’an: Tidak Mondok Bukan Hambatan

Motivasi Menghafal Al-Qur’an: Tidak Mondok Bukan Hambatan

Al MuanawiyahPerjalanan menghafal Al-Qur’an sering kali dianggap bergantung pada faktor eksternal, seperti sekolah Islam, fasilitas pesantren, atau dukungan lingkungan. Padahal kenyataannya, porsi terbesar justru ada pada tekad dari dalam diri. Tanpa keteguhan hati, hafalan akan mudah terhenti meskipun sarana sudah tersedia. Inilah cerita tentang motivasi menghafal Al-Qur’an.

Ia adalah Qori Qonitatuz Zahra, 25 tahun, asal Jombang. Bukanlah santri mukim di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah Jombang, juga belum pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Ia hanya mengikuti setoran hafalan, namun semangatnya dalam menghafal Al-Qur’an luar biasa. Pada September 2025 mendatang, Qori akan menjadi salah satu dari 25 santri yang diwisuda tahfidz.

gambar santri Qori Qonitatuz Zahra sedang melakukan tasmi' hafalan 25 juz
Tasmi’ hafalan 25 juz Qori Qonitatuz Zahra

Menariknya, Qori adalah satu-satunya anak di keluarganya yang menekuni jalan sebagai penghafal Al-Qur’an. Latar belakang keluarganya bukan lulusan pesantren, sehingga perjalanannya penuh tantangan. Ia harus menghadapi kesulitan membagi prioritas, ditambah dengan masalah internal keluarga yang turut memengaruhi semangatnya.

Awal Perjalanan Menghafal

Qori mulai menghafal sejak duduk di bangku SD. Setelah menuntaskan jilid mengaji, ia melanjutkan ke kelas membaca Al-Qur’an sekaligus hafalan di kelas 4 SD. Lulus SMP, ia sudah mengantongi 8 juz hafalan. Namun, motivasi awalnya hanya sebatas menyelesaikan program di Sekolah Islam Terpadu. Sehingga ketika melanjutkan ke SMA Negeri, semangat itu meredup.

Tiga tahun di SMA menjadi masa berhentinya hafalan. Ia masih sempat murojaah pada kelas 10 SMA. Namun pengalaman dibully, perasaan malu, dan sulitnya membagi prioritas membuatnya berhenti hafalan. Ia tetap berusaha berpakaian syar’i dan mengikuti kajian rutin, meski diejek teman dan guru dengan sebutan “bu hajjah”. “Saya merasa hidup saya kosong selama SMA itu,” kenangnya.

Bangkit Kembali di Perguruan Tinggi

Perjalanan berubah saat ia kuliah di Universitas Airlangga. Awalnya Qori tidak berniat melanjutkan hafalan, tetapi Allah menakdirkan ia bertemu dengan informasi pendaftaran asrama mahasiswa yang memiliki program tahfidz, dan diterima. “Sepertinya itu berkat doa orangtua yang ingin anaknya jadi penghafal Al-Qur’an, saya ndak minta,” jelasnya sambil terkekeh.

Meski sempat kehilangan hafalan karena berhenti tiga tahun, Qori berusaha bangkit. Ia membagi waktu antara hafalan dengan kuliah, organisasi, lomba, dan pekerjaan. Tidur lebih malam dan bangun lebih pagi menjadi rutinitasnya. Ketekunan itu membuahkan hasil, ia memperoleh beasiswa tahfidz bebas UKT (Uang Kuliah Tunggal) selama 4 semester. Saat lulus Diploma 3, ia berhasil meraih penghargaan mahasiswa berprestasi tingkat fakultas. Pasca menuntaskan studi Diploma 4, hafalannya bertambah hingga 22 juz, dan ia melanjutkannya di PPTQ Al Muanawiyah Jombang.

Baca juga: Nyaris Menyerah, A’yun Lulus Wisuda Tahfidz dan Beasiswa

Keberkahan dari Al-Qur’an

Qori menyadari bahwa perjuangan menghafal Al-Qur’an penuh ujian, tetapi justru mendatangkan banyak kemudahan. Ia merasa dikuatkan dari trauma, dijauhkan dari pekerjaan yang kurang baik, hingga dianugerahi beasiswa kuliah. “Alhamdulillah, sulit-sulitnya jalan yang dihadapi, saya selalu anggap bahwa ini cara Allah membersihkan dan menjauhkan saya dan keluarga dari keburukan,” ungkapnya.

Ia juga berterimakasih kepada pengasuh pondok, Ayah Amar dan Uma Ita Harits, yang telah mengizinkannya melanjutkan hafalan di sana. Bersyukur bertemu dengan tempat yang sesuai. “Program di sini sangat mendukung untuk memutqinkan hafalan, seperti menyetorkan hafalan lama atau nyangking setiap setoran dan tasmi’,” tambahnya. Dia mengkhatamkan hafalannya di PPTQ Al Muanawiyah Jombang, setelah 14 tahun lamanya berjuang.

Motivasi menghafal Al-Qur’an

Sebagai penutup, Qori berpesan kepada para penghafal Al-Qur’an yang sedang berjuang:

“Teruskan jalanmu, jangan berhenti meskipun belum terlihat hasilnya di depan mata. Kita tidak pernah tahu dari amalan apa keberkahan dan kemudahan hidup yang kita dapatkan. Para penghafal Al-Qur’an, yang sudah jelas janji Allah akan dimuliakan, InsyaAllah akan mendapatkan itu. Yakin, harus percaya penuh.”

Kisah Qori Qonitatuz Zahra menjadi bukti nyata bahwa motivasi menghafal Al-Qur’an tidak lahir dari kondisi yang serba mudah, melainkan dari kesungguhan hati. Dengan tekad yang kuat dan doa orang tua, jalan menghafal Al-Qur’an akan selalu terbuka, meski penuh liku.

Program Unggulan Tahfidz Mengantarkan Mutqin 30 Juz

Program Unggulan Tahfidz Mengantarkan Mutqin 30 Juz

Salah satu momen mengharukan sebagai bagian dari program unggulan tahfidz Al Muanawiyah adalan khatam setoran 30 juz. Hari Sabtu, 23 Agustus 2025, menjadi momen bersejarah bagi Early Azkiyatul dari Tulungagung. Santriwati yang juga murid SMA Quran Al Muanawiyah ini resmi khatam setoran 30 juz di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al Muanawiyah. Tepat pada setoran halaman ke-20 juz 28, bacaan terakhirnya ditutup dengan doa khotmil Qur’an oleh Uma Ita Harits Unni’mah, S.PdI., M.PdI. selaku pengasuh pondok. Suasana penuh haru menyelimuti momen ini, menjadi saksi syukur atas ketekunan seorang santri dalam perjalanan panjang menghafal Al-Qur’an.

foto santri putri Pondok Pesantren tahfidzul Qur'an Al Muanawiyah yang khatam setoran 30 juz
Early, santri asal Tulungagung yang telah menuntaskan setoran 30 juz di PPTQ Al Muanawiyah

Hingga kini, sudah ada 15 santri khatam setoran 30 juz di PPTQ Al Muanawiyah dari total ratusan santri. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Madura, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Capaian tersebut membuktikan bahwa semangat menjadi penghafal Al-Qur’an mampu melintasi batas geografis maupun latar belakang keluarga.

Metode Fabina-Ziyarotan: Program Unggulan Tahfidz Al Muanawiyah

Sejak berdiri tahun 2020, PPTQ Al Muanawiyah terus berkomitmen menghadirkan program unggulan tahfidz dengan strategi terbaik. Setelah empat tahun riset, lahirlah metode “Fabina-Ziyarotan”, yang terdiri dari:

  • Fa (Fammi bisyauqin): Target 5 juz sehari.

  • Bina: Wajib binnadhor dengan penyimak.

  • ZiYa: Menambah hafalan sekaligus mengulang seperempat setoran sebelumnya.

  • Ro: Murojaah dua kali sehari.

  • Tan: Tasmi’ kelipatan 5 juz dengan sambung ayat.

Metode ini bukan sekadar teknik hafalan, melainkan hasil perpaduan antara pendidikan dan psikologi anak. Santri diajak untuk tumbuh dengan motivasi yang kuat, terbiasa dengan target jelas, sekaligus mendapat dukungan akademik dan pengalaman belajar yang menyeluruh.

Membentuk Generasi Qur’ani yang Tangguh

Berbeda dari pondok tahfidz lainnya, Al Muanawiyah tidak hanya mengejar kuantitas hafalan, tetapi juga kualitas mutqin. Pendekatan ini memastikan setiap santri tidak sekadar hafal, melainkan benar-benar memahami dan merawat hafalannya. Hasilnya, lahir generasi Qur’ani yang siap menjadi teladan di masyarakat.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang program unggulan tahfidz, kunjungi website resmi PPTQ Al Muanawiyah Jombang. Di sana, Anda bisa menemukan informasi lengkap tentang metode, kegiatan, dan perjalanan para santri dalam menapaki jalan mulia sebagai penjaga Kalamullah.

Lomba MHQ Santri Meriahkan Hari Kedua Milad Al-Muanawiyah

Lomba MHQ Santri Meriahkan Hari Kedua Milad Al-Muanawiyah

Al MuanawiyahPondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah Jombang terus menghadirkan kegiatan bermakna dalam rangka peringatan Milad ke-5. Salah satunya melalui lomba MHQ santri (Musabaqah Hifdzil Qur’an) yang digelar dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menguji kekuatan hafalan. Selain itu, dapat menumbuhkan rasa percaya diri santri dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan publik.

Lomba MHQ tahun ini dibagi ke dalam dua cabang, yaitu cabang juz 29-30 yang diikuti oleh 10 santri dan cabang juz 1-5 yang diikuti oleh 8 santri. Peserta MHQ juz 29-30 adalah ananda Ni’ma Hijriyah, Sita Aulia, Nayla Rahma, Asyafa, Hasna, Early Azkiyatul, Fatimatuzzahro’, Hanna Fairuz, Qonita Fi Sabilillah, dan Shofiyatul Muslimah. Sedangkan peserta MHQ juz 1-5 adalah ananda Syafa’ah Putri, Fairuz Zahrani Salsabila, Sufa, Nabila Khoirunnisa, Wafa, Sania Aulia, Dinda Aprilia, Shavana.

lomba MHQ santri musabaqoh hifdzil quran santri pondok pesantren tahfidz putri Jombang. Gambar santriwati sedang melantunkan Al-Qur'an
Lomba MHQ santri dalam rangka peringatan milad ke-5 PPTQ Al Muanawiyah Jombang

Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dengan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang indah dan penuh penghayatan. Ada proses belajar panjang, perjuangan menghafal, dan latihan mental agar [eserta mampu tampil dengan tenang dan meyakinkan. Di akhir kegiatan, juri menyampaikan pengumuman para pemenang, yaitu MHQ juz 29-30 juara 1 Ni’ma Hijriyah kelas 9 SMP asal Jombang dan juara 2 Fatimatuzzahro’ kelas 9 SMP asal Jombang. Sedangkan pemenang MHQ juz 1-5 adalah juara 1 Fairuz Zahrani Salsabila kelas 7 SMP asal Sidoarjo dan juara 2 Syafaah Putri Rahmawan kelas 9 SMP asal Lamongan.

Baca juga: Musabaqoh Syahril Qur’an Meriahkan Milad ke-5 Al Muanawiyah

Lomba MHQ Santri Sebagai Sarana Meningkatkan Kecintaan pada Al-Qur’an

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seleksi ketepatan hafalan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan ruhiyah dan pembentukan karakter. Santri dilatih untuk melantunkan Al-Qur’an dengan tepat dan lantang. Agar tujuan tersebut terpenuhi, para peserta harus melakukan persiapan yang cukup.

“Ndredeg. Sudah persiapan sekitar 1 minggu lebih dengan ujian MHQ terus setiap setoran. Lega alhamdulillah sudah selesai,” ucap Hasna, salah satu peserta MHQ juz 29-30.

Para juri dari asatidzah tahfidz turut memberikan apresiasi atas penampilan santri. Mereka berharap lomba ini bisa menjadi motivasi untuk lebih mencintai dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Berikutnya juga menginspirasi pesantren atau sekolah lainnya agar terus menghadirkan ruang-ruang pembinaan Al-Qur’an yang menarik dan menantang.

Lomba MHQ santri ini menjadi bukti bahwa santri dapat diberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil dari proses menghafalnya. Saksikan tayangan live di akun Youtube Al-Muanawiyah.

Komitmen dan Capaian Milad ke-5 Pesantren Tahfidz Jombang

Komitmen dan Capaian Milad ke-5 Pesantren Tahfidz Jombang

Al Muanawiyah  Tepat pada momentum milad ke-5, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Muanawiyah Jombang menorehkan capaian luar biasa dalam dunia pendidikan tahfidz. Berdiri sejak lima tahun lalu, pesantren tahfidz Jombang ini telah berhasil mencetak puluhan penghafal Al-Qur’an mutqin 30 juz dari berbagai angkatan.

Dengan mengusung tagline “The Pesantren of Holding Qur’an,” Al-Muanawiyah dikenal sebagai pesantren tahfidz putri yang menekankan kualitas hafalan, adab terhadap Al-Qur’an, serta pembinaan spiritual yang menyeluruh. Para santri tidak hanya ditargetkan untuk menghafal, tetapi juga menjaga hafalan dalam jangka panjang melalui metode sistematis dan terbukti efektif.

Foto beberapa santri putri sedang tilawah Al-Qur'an saat wisuda tahfidz

Komitmen perwujudan visi misi pesantren tahfidz Jombang Al-Muanawiyah dalam Wisuda Tahfidz I tahun 2023

Metode Tahfidz Efektif di Al-Muanawiyah

Salah satu keunggulan pesantren tahfidz Jombang ini terletak pada metode pembinaan yang terukur dan disiplin. Setiap santri menjalani muroja’ah berkala, evaluasi hafalan mingguan, serta pembiasaan ibadah seperti qiyamullail dan dzikir harian. Semua program itu bertujuan menumbuhkan karakter santri yang tangguh, rendah hati, dan cinta Al-Qur’an.

“Metode Al-Muanawiyah menekankan pada muroja’ah teratur, evaluasi rutin, serta penguatan ruhiyah melalui dzikir dan qiyamullail. Inilah yang membentuk hafidzah yang kuat hafalan dan akhlaknya,” ujar salah satu pembina tahfidz.

Baca juga: Tips Murojaah Hafalan Al-Qur’an Ala Pesantren Tahfidz

Santri dari Berbagai Daerah

Menariknya, para santri Al-Muanawiyah berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jombang, Sidoarjo, Gresik, hingga luar provinsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pembinaan yang diterapkan telah dipercaya banyak wali santri yang menginginkan putrinya menjadi hafidzah berakhlak Qurani. Selain itu, suasana pesantren yang hangat dan penuh semangat ukhuwah membuat para santri betah dalam proses belajar. Manfaat mondok di sini tidak hanya dirasakan oleh santri, tetapi juga wali santri dan masyarakat sekitar.

Momentum Syukur dan Komitmen Ke Depan

Milad ke-5 bukan hanya peringatan usia, tetapi juga menjadi ajang muhasabah dan rasa syukur atas karunia Allah SWT. Ke depan, Al-Muanawiyah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas manfaat dakwah Qurani, dan menjadi pesantren tahfidz Jombang yang unggul dalam mutu dan akhlak.

Sebagai bentuk komitmen dakwah pendidikan, Al-Muanawiyah terus membuka peluang bagi calon santri yang ingin menempuh jalan mulia menghafal Al-Qur’an. Bagi para orang tua yang mendambakan putrinya tumbuh menjadi hafidzah berakhlak Qurani, pesantren ini menjadi pilihan yang tepat.