Banyak orang mencari tahu posisi tidur yang terbaik agar dapat beristirahat dengan nyaman. Dalam Islam, Rasulullah ﷺ juga memberikan tuntunan mengenai posisi ketika seorang Muslim hendak tidur.
Salah satu posisi yang dianjurkan adalah tidur dengan menghadap atau berbaring ke sebelah kanan. Anjuran tersebut tercantum dalam beberapa hadis Nabi ﷺ. Karena itu, tidur miring ke kanan menjadi salah satu sunnah yang dapat diamalkan sebelum memejamkan mata.
Lalu, mengapa Islam menganjurkan posisi tersebut? Berikut penjelasannya.
Rasulullah ﷺ Menganjurkan Tidur Miring ke Kanan
Anjuran tidur menghadap ke kanan terdapat dalam hadis yang diriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الْأَيْمَنِ
Artinya, “Apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menjadi dasar anjuran tidur dengan posisi miring ke kanan. Oleh karena itu, ketika membahas posisi tidur yang terbaik berdasarkan tuntunan Rasulullah ﷺ, posisi ini menjadi salah satu sunnah yang dapat dilakukan. Anjuran tersebut juga menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian terhadap adab dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika seseorang akan beristirahat.
Baca juga: Adab Tidur Menurut Rasulullah yang Perlu Diamalkan Setiap Muslim
Tujuan dan Manfaat Tidur Menghadap ke Kanan
Tidur menghadap ke kanan berarti seseorang memulai tidurnya dengan berbaring pada sisi tubuh sebelah kanan. Dalam posisi ini, bagian kanan tubuh berada di bawah. Sementara itu, seseorang dapat meletakkan kepala di atas bantal dengan posisi yang nyaman.
Namun, anjuran ini tidak berarti seseorang harus mempertahankan posisi yang sama sepanjang malam. Ketika tidur, manusia tentu dapat bergerak dan berubah posisi tanpa disadari. Karena itu, sunnah tersebut berkaitan dengan cara seseorang memulai waktu tidurnya. Seorang Muslim dapat memulai tidur dengan posisi miring ke kanan sebagai bentuk mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.

Anjuran tidur ke kanan bersumber dari tuntunan Rasulullah ﷺ. Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah menjadi alasan utama untuk mengamalkan posisi tersebut. Oleh sebab itu, seseorang tidak perlu menunggu penjelasan ilmiah terlebih dahulu untuk menjalankan sunnah. Ketika sebuah amalan memiliki dasar dari Rasulullah ﷺ, seorang Muslim dapat berusaha mengamalkannya sebagai bentuk ketaatan.
Meski demikian, banyak orang sering menghubungkan posisi tidur dengan berbagai manfaat kesehatan. Pembahasan tersebut perlu disikapi secara hati-hati karena kondisi tubuh setiap orang berbeda. Artikel tentang tuntunan tidur ke kanan lebih tepat menempatkan sunnah sebagai dasar utama. Sementara itu, pertimbangan medis dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.
Bagaimana dengan Tidur Miring ke Kiri?
Tidur miring ke kiri bukan berarti seseorang melakukan dosa. Manusia dapat berubah posisi ketika tidur, termasuk berbaring ke sebelah kiri. Perbedaan utama terletak pada tuntunan ketika memulai tidur. Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk berbaring di sisi kanan.
Karena itu, seseorang dapat membiasakan diri memulai tidur ke kanan. Namun, ia tidak perlu merasa bersalah ketika kemudian berubah posisi saat tertidur. Sikap seperti ini membantu kita memahami sunnah secara proporsional. Tujuannya bukan untuk membuat waktu tidur menjadi sulit, melainkan untuk membiasakan diri mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
Bagaimana dengan Tidur Tengkurap?
Selain memberikan tuntunan tentang tidur miring ke kanan, terdapat pula riwayat yang membahas tidur tengkurap. Dalam salah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW melihat seorang laki-laki tidur tengkurap atau bertumpu pada perut dan bersabda:
“Tidur seperti ini (tengkurap) tidak disukai oleh Allah Swt.” (HR. At-Tirmidzi)
Oleh karena itu, sebagian ulama menganjurkan umat Islam untuk menghindari tidur tengkurap, terutama ketika seseorang sengaja memulai tidurnya dengan posisi tersebut. Menurut medis, tidur tengkurap juga menyebabkan beberapa permasalahan kesehatan seperti nyeri leher, nyeri punggung, dan meninggal mendadak pada bayi.
Cara Membiasakan Tidur Sesuai Sunnah
Membiasakan posisi tidur yang terbaik menurut tuntunan Rasulullah ﷺ dapat dimulai dengan langkah sederhana.
- Selesaikan aktivitas sebelum tidur dan persiapkan diri untuk beristirahat.
- Kemudian, berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat jika memungkinkan. Setelah itu, periksa tempat tidur dan pastikan tempat tersebut bersih.
- Selanjutnya, bacalah doa dan dzikir sebelum tidur. Seorang Muslim juga dapat membaca Ayat Kursi serta surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
- Setelah itu, berbaringlah dengan posisi miring ke sebelah kanan.
Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu seorang Muslim menutup hari dengan mengingat Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Mengajarkan Adab Tidur kepada Anak
Orang tua juga dapat mengenalkan sunnah tidur kepada anak sejak dini. Anak tidak harus langsung memahami seluruh hadis dan adab tidur dalam waktu yang bersamaan. Sebagai langkah awal, orang tua dapat mengajarkan anak untuk membaca doa sebelum tidur. Setelah itu, anak dapat memulai tidur dengan posisi miring ke kanan sebagai pembiasaann secara konsisten. Hal ini dapat membantu anak mengenal ajaran Islam melalui kegiatan sehari-hari.
Selain itu, orang tua dapat menjelaskan bahwa mengikuti sunnah tidak selalu membutuhkan amalan yang sulit. Kebiasaan sederhana, termasuk cara memulai tidur, juga dapat menjadi bagian dari upaya seorang Muslim meneladani Rasulullah ﷺ.
Baca juga: Pelajaran dari Kaum Tsamud yang Disebut dalam Tafsir Al-Fajr
Kesimpulan
Posisi tidur yang terbaik menurut tuntunan Rasulullah ﷺ adalah memulai tidur dengan berbaring miring ke sebelah kanan. Anjuran tersebut bersumber dari hadis Rasulullah ﷺ kepada Al-Bara’ bin Azib. Namun, seorang Muslim tidak perlu memaksakan diri untuk tetap berada dalam posisi tersebut sepanjang malam.
Tidur merupakan aktivitas yang membuat tubuh bergerak secara alami. Karena itu, seseorang dapat memulai tidurnya dengan posisi miring ke kanan, meskipun pada akhirnya akan berubah posisi tanpa sengaja ketika telah tertidur. Dengan membiasakan sunnah ini, seorang Muslim dapat menjadikan aktivitas sederhana seperti tidur sebagai bagian dari upaya mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.




